Ada yang jatuh tepat di ujung senja
Selengkung senyum yang terbenam diantara jingga
Senja yang khusyuk menggantung dibulu matamu
Menuliskankan sejuta aksara rindu yang tak selasai kubaca
Sedang tatap matamu tumbuh sebagai purnama
Menyediakan tempat untuk aku sembunyi
Dari kupukupu malam yang membawa kelam
Lihatlah, mentari kehabisan tenaga memanjat pucuk pucuk
cemara
Ratusan kepak camar datang menghalau dingin
Ku kecupkan hening di keningmu
Ku pelukkan sejuta rasa yang tak terbahasakan
Bibirku mengeja setiap sajak yang mengalir dari matamu
Meski hening,
Dihatiku dan hatimu menghantarkan kata cinta
Kota ASRI
Hari ke 13 dibulan November
Kutuliskan pesan tak terbaca di selembar kertas
Kubiarkan reinkarnasi menjadi perahu
Lalu menari bersama anak sungai
Tak tahu kemana alir membawa mengalir
Tak tahu di dermaga mana aku singgah
Bahkan tak tahu berapa jeram yang menjebakku dalam pusara
Tapi aku adalah perahu
Punya sebuah muara untuk kutuju
Punya angin yang selalu mengembangkan layarku
Ya…aku adalah perahu kertas
Kemuara bahagia aku labuhkan tuju
Akhir agustus di 2012
Kuhidangkan jiwaku pada sepi
Dan kubiarkan jasadku tergeletak
Diantara riuh ratusan burung nazar
Yang datang memecah sunyi
Terbang dari empat penjuru bumi
Sementara itu, pintupintu yang ku
ketuk
Semakin rapat tertutup
Tak peduli pada genta yang lantang
teriak
Tak ada jerit, dan semua suara
terkatup
Langkah semakin gontai menatap
arah
Merekareka sebuah tuju
Tatap mata membisikkan kata untuk
menyerah
Lalu berhenti diantara
persimpangan yang buntu
Biarkan saja jiwaku menjadi tumbal
sunyi
Dan kepak sayap kematian memeluk
perlahan
Sementara teriakan yang lantang
kulantunkan
Mengendap menjadi tumpukan sampah
Hingga mereka menutup hidung,
telinga dan hingga kedua mata
09082012
Abicara senja
melabuhkan bahitra pada jingga
Lelah baskara
sembunyi dibalik jenar yang nanar
Dan didadamu
imajiku berpulang
Menghela nafas
setelah lelah tualang
Lihatlah, ruam
luka sisa hujan yang tertawa
Seakan mengajak
bercanda pawana senja
Dan aku ingin
menjadi kerinduan itu
Saat gigil
mengetuk celahcelah pintumu
Berdirilah
disampingku, manisku
Lihatlah
jumantara yang begitu hening
Dan candra maya
lembut mengecup kening
Aku ingin rebah
dipangkumu, istirah semua gelisahku
November 2011