Ku kutip baitbait lagu deru hujan rerencik
Yang perlahan jatuh diatas pentas senja yang memburam
Dan terdengar nada sumbang yang lantang
Seperti teriakan yang menepi dijalan berlubang
Kuunduh sebagian duka dari sang surya
Yang tak lagi ada, yang peduli
Dan Nampak redup cahayanya
Terhalang selimut yang nipis menutup kulit ari
Gigil beku diantara tarian sakral
Mantarmantra senja yang dirapal
Tak wangi oleh aroma jingga
Hari berpulang pada burum wajahnya
13012012
Tak kutemu kata tentang senja ini waktu
Hanya barisan jingga yang menatap nanar padaku
Tak dapat kurapal baitbait sajak
Hanya imaji yang berserak tanpa kepak
Sedangkan kerinduan masyuk mencumbu sepi
Mengais sisa telapak kaki mu yang menjauh pergi
Biar saja malam perlahan
Menjamah setiap langkah
Dan bayangbayang rembulan
Menghapus jejak lelah
Dan ini kali, dan ini waktu
Membentuk labirinlabirin bisu
Menyamarkan setiap jejak yang kau tinggal
Aku hanya kerontang ilalang menunggu ajal
Senja ini, aku terpaku menunggu ajal
Kota ASRI
24 January 2012
Meragu dendang pucukpucuk perdu
Gamang merasuki gemulai ilalang
Embun tebal menantikan ajal
Lamatlamat kata mulai ku lumat
Rindu terbaca di bias jendela kaca
Buram rasa menjaring renjana
Ini rindu bukan semu
Ini cinta tak sekedar kata
Sabtu, 21 January 2012
Ini kisah bukan sumpah
Meski ada serapah sampah
Ini jejak bukan bercak
Meski kadang samar tak terlihat
Ini aku hanya merindu
Terdampar diantara belantara perdu
Ini bukan sajak, sayang
Hanya kumpulan aksara yang berserak
Dan ini bukan pula lagu
Yang berisi baitbait pilu
Tapi ini rindu buat kamu
Menghampar di cemara sewu
Saat lelah menyadap ku
Leksono
Hari kedua puluh di januari