Hujan, seperti ingin berkisah
Dalam gemulai air yang jatuh satusatu diujung dahan
Bukan tentang banjir, bukan tentang longsor, bukan pula
tentang bencana
Seperti mulutmulut yang tak pernah berhenti untuk sekedar
bernafas
Sebuah mulut yang selalu mencari celah untuk mencela
Hujan punya bahasa untuk bercerita
Dan aku hanya punya cangkir kopi yang kembali terisi
Kunikmati saja, sambil membaca
Sementara dipinggir jalan seorang ibu menggendong anaknya
Demi baju seragam yang tidak kena air
Dan pedagang kakilima
Menyembunyikan setumpuk kecemasan dalam gerobak mereka
Itu pun sudah terendam setinggi lutut
Hujan sore ini seperti tak Cuma berkisah
Ada senandung resah yang tak berkesudah
Seperti pintu air yang kebingungan mau apa dan bagaimana
Sementara tumpukan sampah menjadi daratan dibantaran kali
Bahkan istana sang raja juga berubah jadi kali
Negeri seperti negeri pencuri
Bahkan air mencuri jalan raya untuk mengalir
Lalu, sekelompok tikus got tidur diatas rumah berlantai dua
28 January 2013



