Unknown

Satu – satu ranting kering itu jatuh
Tak kuat menopang daun yang menguning
Satu – satu persatu daun kering itu mati
Tak mampu menikmati bumi yang juga mengering
Bahkan satu – satu pula dari kita yang peduli

Entah siapa yang salah dan siapa yang disalahkan
Aku hanya berputar – putar dengan pertanyaan yang sama
Bumi terlalu bersahabat dengan kita
Namun kita hanya sesekali bersahabat dengan bumi

Senin, 19 September 2011
Unknown
Ada yang sekedar melepas rindu pada masa lalu
Ada yang merangkai kenangan untuk masa depan
Dan ada yang sekedar menikmati putih buih yang berlarian

Ada yang menikmati jingga
Ada yang menikmati keindahan senja
Dan ada yang hanya membunuh sepi saja

Dan semua tercipta dalam kanvas lembut
Putih pasir pantai selatan jawa ini
Dan semua terjebak dalam kerajaan
Ratu Laut selatan
Dan semua mengisi cerita di penghujung
Hari ke 2 di bulan September

Parangtritis,02092011
Unknown

Waktu imajiku mengalir begitu deras
Entah kemana ia bermuara
Waktu anganku terbang begitu tinggi
Entah dimana ia akan singgah

Ada yang hilang kala pagi aku membuka mata
Pergi berlalu begitu saja
Seakan mendung yang hilang kala hujan

Dimensi waktu yang memenjara rindu
Menjebak dalam rotasi yang tak kembali
Hanya diam dalam segala yang ada

Selepas isya,05092011

Unknown
Desir angin semilir
Menggigil diantara jernih airmu
Menari dalam balutan lagu sepi

Ranting – ranting tua yang bergesekan
Mencipta simfoni keindahan
Diantara kebesaran Yang Maha Besar
Diantara keindahan Yang Maha Indah

Dan dalam kekerdilan ku
Kudapati kebesaran yang menguasaiku
Bahkan menguasai dimensi ruang waktu

Malam yang begitu hitam
Dalam kabut yang begitu beku
Menuntun lisanku memuja padaMu
Memuja keagungan Tuhanku

Dan dalam indah ciptaanmu
Kurangkai syukur
Atas kehidupan yang begitu hidup
Atas keindahan yang begitu indah
Atas kedamaian yang begitu damai
Dan atas alam yang begitu luas                                             

 Suatu hari menjelang isya05092011
Unknown







Unknown