Dan senja adalah hening; semua suara bergeming, dan sunyi
berumah diantara sepi
Tapi hatimu; adalah pagung recital suci, tempat nadanadaku
berumah mengalunkan simfoni bernama rindu
Raba dadaku disana kau dengar degup yang tak pernah redup,
kusisipkan baitbait cinta yang tak mengenal jeda,
Saat, waktu memberi spasi, aku tak jauh dari urat nadi,
disetiap helai angin aku menuliskan rindu yang ingin kau baca, lihatlah luar
jendela, pada langit satu warna ada bagian yang indah; aku ada disitu
Desah nafasku adalah bait tentang indahmu; aksaranya selalu
rindu; kubaca tanpa kenal waktu
Wonosobo, 29 January 2013


Posting Komentar